|
M
|
alam ini dia terbangun, dia terbangun hanya jika ada
tugas yang harus dikerjakan. Malam ini dia dibawa bertemu dengan pria paruh
baya yang sedang meringis kesakitan, terbaring lemas di bangsal rumah sakit.
“Apa yang kamu kejar di dunia ini?”
“Kebahagiaan.” Jawab pria itu dengan suara parau
“Bagaimana kamu mengejarnya?”
“Aku bekerja mencari banyak harta agar aku bahagia.”
“Apakah kamu mendapat kebahagiaan setelah itu?”
Pria itu tertunduk lesu, menggeleng-gelengkan
kepalanya. Dengan suara lirih dia bilang “Tidak.”
Dia pergi meninggalkan rumah sakit,sabit-Nya berayun.
Pria itu tidur dan tak akan pernah terbangun.
Dia kembali berjalan menyusuri tempat-tempat. Disebuah
gubug kecil diujung gang perkampungan,seorang wanita tua yang sudah renta
tinggal didalamnya tanpa seorang pun kawan. Dia datang ke gubug itu
menjumpainya.
“Apa yang kamu kejar di dunia ini?”
“Aku mengejar kebahagiaan.” Jawabnya
“Bagaimana kamu mengejarnya?”
“Aku menikah lalu punya anak dan aku hidup bersama
keluargaku.”
“Apakah kamu mendapat kebahagiaan setelah itu?”
“Tidak, kehidupanku dengan suamiku sudah lama tak
seperti saat pertama bertemu. Anak-anakku, kini mereka telah dewasa. Mereka
punya kehidupan sendiri dan tak pernah menemuiku lagi.”
Dia pergi meninggalkan wanita itu, tak lama kemudian
gubug kecil itu terbakar. 10 menit kemudian seorang warga yang kebetulan
melewati gang itu berteriak minta tolong. Warga berbondong-bondong memadamkan
api yang melalap gubug. Ada yang berusaha mencari celah untuk menyelamatkan
penghuni didalamnya. Namun, sabit-Nya sudah berayun.
Dia kembali berjalan ke tempat-tempat menemui siapapun
yang tak ingin dijumpainya. Dia menjumpai mereka yang sudah terlihat sabit-Nya
akan berayun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar