Minggu, 20 Desember 2015

Cerita Super Pendek



M
alam ini dia terbangun, dia terbangun hanya jika ada tugas yang harus dikerjakan. Malam ini dia dibawa bertemu dengan pria paruh baya yang sedang meringis kesakitan, terbaring lemas di bangsal rumah sakit.
“Apa yang kamu kejar di dunia ini?”
“Kebahagiaan.” Jawab pria itu dengan suara parau
“Bagaimana kamu mengejarnya?”
“Aku bekerja mencari banyak harta agar aku bahagia.”
“Apakah kamu mendapat kebahagiaan setelah itu?”
Pria itu tertunduk lesu, menggeleng-gelengkan kepalanya. Dengan suara lirih dia bilang “Tidak.”
Dia pergi meninggalkan rumah sakit,sabit-Nya berayun. Pria itu tidur dan tak akan pernah terbangun.

Dia kembali berjalan menyusuri tempat-tempat. Disebuah gubug kecil diujung gang perkampungan,seorang wanita tua yang sudah renta tinggal didalamnya tanpa seorang pun kawan. Dia datang ke gubug itu menjumpainya.
“Apa yang kamu kejar di dunia ini?”
“Aku mengejar kebahagiaan.” Jawabnya
“Bagaimana kamu mengejarnya?”
“Aku menikah lalu punya anak dan aku hidup bersama keluargaku.”
“Apakah kamu mendapat kebahagiaan setelah itu?”
“Tidak, kehidupanku dengan suamiku sudah lama tak seperti saat pertama bertemu. Anak-anakku, kini mereka telah dewasa. Mereka punya kehidupan sendiri dan tak pernah menemuiku lagi.”
Dia pergi meninggalkan wanita itu, tak lama kemudian gubug kecil itu terbakar. 10 menit kemudian seorang warga yang kebetulan melewati gang itu berteriak minta tolong. Warga berbondong-bondong memadamkan api yang melalap gubug. Ada yang berusaha mencari celah untuk menyelamatkan penghuni didalamnya. Namun, sabit-Nya sudah berayun.

Dia kembali berjalan ke tempat-tempat menemui siapapun yang tak ingin dijumpainya. Dia menjumpai mereka yang sudah terlihat sabit-Nya akan berayun. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar