 |
| we are who we are | |
|
|
Sebelum aku mengenal banyak orang aku lebih sering diam, sampai akhirnya aku berada diantara kerumunan. Lalu salah satu dari mereka mendekatiku, iya perlahan kita jadi kawan. Semua itu terjadi karena umurku dan umurnya tak terpaut jauh maka kita bisa saling nyambung saat ngobrol. Berbeda jika aku harus ngobrol sama oranglain yang umurnya jauh diatasku, aku tak tahu harus ngomong apa. Tapi aku perhatikan kawan baruku itu ngobrol dengan siapa saja dia nyambung dan sangat akrab, seperti teman sejawat.Kadang aku memikirkan itu,kenapa aku tak bisa seperti dia. Padahal aku memasuki wilayah mereka bukan mereka yang memasuki wilayah ku. Sampai akhirnya beberapa waktu aku berada dilingkungan itu aku memutuskan pergi karena aku merasa tak cocok berada diantara orang-orang yang usianya terpaut jauh dariku.
Setelah berhasil lolos dari lingkungan lama, aku bertemu dengan lingkungan baru yang isinya mayoritas orang-orang yang usianya sama dengan aku. Dilingkungan baru itu, aku cukup menikmati karena obrolan apapun aku bisa nyambung dengan mereka. Tapi ternyata ada hal lain yang masih aku pikirkan. Aku bisa akrab dengan mereka yang bertemu aku setiap hari dan berurusan dengan aku setiap hari. Dan kadang ketika kawan-kawan baikku mendekatiku aku merasa tak nyaman, aku ingin sendiri. Disitulah aku menemukan jawaban kenapa aku berbeda. Tapi lama-lama mereka memahamiku dan mengerti aku. Dan bertemu mereka semua aku merasa bersyukur. Terima kasih kawan
Perjalanan hidupku mungkin belum apa-apa dan tak ada apa-apanya dibanding orang lain. Dari semua kisah setiap hari aku belajar, dari orang-orang yang aku temui aku belajar, aku selalu belajar tentang banyak hal. Setiap manusia pasti belajar dari perjalanan hidupnya, yang tua maupun yang muda. Terkadang aku ingin bisa memilih mau seperti apa kisah hidupku, tapi sayangnya manusia sudah memiliki takdirnya masing-masing. Apapun yang Tuhan berikan harus dengan ikhlas kita terima, yang baik kita syukuri yang kurang baik kita sabari. Dan tentang kehidupan tak perlu kita pusingkan, cukup kita jalani saja semua akan berjalan sebagaimana mestinya.
Kembali pada ceritaku, entah aku atau orang lain, atau juga aku terlalu manja. Mungkin aku hanya ingin dimengerti tanpa aku berpikir untuk mengerti orang lain tetapi aku sendiri sudah merasa cukup mengerti orang lain. Tapi entahlah, karakter manusia sendiri sudah terpecah-pecah sejak awal. Tuhan menciptakan manusia dengan sedikit perbedaan agar dunia ini beragam, berwarna, dan tidak monoton dilihat mata. Hanya saja manusia selalu merasa paling berkuasa dan paling benar sehingga apa-apa yang tidak sama dengan mereka, apa-apa yang tidak sesuai dengan mereka harus disingkirkan darimuka bumi ini. Eitzzz bukankah tadi aku mau cerita soal diriku? Sepertinya otakku mudah sekali bergeser-geser.
Baiklah, sebagai orang yang lebih banyak menutup diri, menarik diri dari keramaian aku hanya ingin kenyamanan. Meskipun sebenarnya aku butuh seseorang disekitarku. Terkadang mendengar suara orang-orang itu cukup melelahkan dan aku butuh sendiri untukmenghilangkan lelah itu. Aku tak begitu cerdas, sangat disayangkan memang karena seharusnya aku bisa mengasah kemampuanku lebih dari ini. Hanya karena aku susah dan enggan bergaul aku jadi sulit mengembangkan diri. Meskipun demikian aku tak mau mempermasalahkan itu semua, aku tetaplah aku takkan pernah berubah dan akan tetap begini.
Mungkin aku kurang kosakata sehingga aku tak bisa banyak bicara, selain itu aku juga tak begitu suka banyak bicara. Baiklah, sekarang ganti topik pembahasan. Mari bicara tentang ide, sebenarnya aku bicara begini hanya untuk memancing ide. Aku ingin punya tulisan yang mengagumkan bukan untuk orang lain tapi untuk diriku sendiri saja. Karena bagiku tak perlu jauh-jauh membagikan ideku pada orang lain yang penting aku bisa meluapkan apa yang inin aku utarakan. Untuk bisa seperti ini dan seperti itu sebagaimana hal yang aku mau selama ini, aku sangatlah sadar aku kurang ilmu, kurang wawasan, kurang pengalaman,kurang belajar dan kurang banyak hal yang harus aku lakukan untuk bisa mencapai apa yang aku mau. Mungkin langkahku harus selalu terlambat dalam hidup ini, ya sudahlah aku terima dengan legowo. Tidak apa-apa asal aku bisa meraih semuanya. Selanjutnya aku ingin menjadi manusia yang lebih berani tapi tetap lebih banyak diam. Bagi orang lain, yang ingin menjadi kawanku silahkan terima aku apa adanya dan yang tak suka anggap saja aku tak ada.
Salam keberanian!