Janji kehidupan
Aku mulai bertanya kepada senja yang kian jingga
Warnanya begitu menentramkan seluruh jiwa
Tapi hatiku selalu resah, langkahku tak terarah
Bukankah janji kehidupan itu selalu indah?
Seolah senja tak membenarkan pertanyaan itu
Jingga yang begitu indah kian pudar menjadi hitam
Semakin pekat dari waktu ke waktu
Hanya cahaya rembulan perlahan menuntun langkahku
Setiap jengkal langkah, yang kutemukan hanyalah wajah
lelah
Sepanjang jalan yang ku lalui, tak ada semangat
seperti pagi
Disisi kehidupan yang lain, kutemukan jawaban yang
berbeda
Kulihat semangat pagi yang nampak dari temaramnya
lampu kota
Wajah-wajah itu tak nampak kelelahan meski senja
sudah tenggelam
Mungkin mereka sudah berdamai dengan pekatnya malam
Demi meng-iyakan indahnya janji kehidupan
Tak terlihat bahkan hanya sekelebat, keresahan
Meski hidup mereka dimulai saat gelap semakin pekat
Disitulah segala sesuatu harus dimulai, tanpa perlu
ada yang disesali
Aku semakin ingin bertanya kepada senja
Kenapa indah jingganya hanya hadir beberapa menit
saja?
Kenapa malam yang diselimuti gelap berlalu begitu
lama?
Bukankah ia
membawa keresahan
Kenapa siang yang terang benderang berlalu sangat
panjang?
Bukankah ia
membawa keletihan
Apakah itu berarti, janji kehidupan tak seindah
senja?
Sehingga lebih banyak orang mengeluh daripada
bersyukur
Sehingga lebih banyak orang merasa kekurangan
daripada merasa cukup
Langit jingga hanya hadir dua kali dalam sehari
Ketika senja dan ketika fajar mulai menyingsing
Keduanya hanya berlalu beberapa waktu
Tak lebih panjang dari siang dan tak lebih lama dari
malam
Meskipun demikian, kehidupan tetap menjanjikan
kebahagiaan
Disepanjang letihnya siang, disepanjang resahnya
malam
Terselip diantara kedua waktu itu,
Kebahagian
Kadang luput dari perhatian
Ya...hal kecil yang sering terlewatkan, terlupakan
Begitu sulitnya merasa cukup
Begitu sulitnya merasa baik
Begitu sulitnya mengucap syukur
Sebab malam dirasa terlalu lama
Sebab siang dirasa terlalu panjang
Benarkah janji kehidupan adalah kebahagiaan yang terselip
diantara letih dan resah?