Rabu, 29 Maret 2017



Janji kehidupan

Aku mulai bertanya kepada senja yang kian jingga
Warnanya begitu menentramkan seluruh jiwa
Tapi hatiku selalu resah, langkahku tak terarah
Bukankah janji kehidupan itu selalu indah?

Seolah senja tak membenarkan pertanyaan itu
Jingga yang begitu indah kian pudar menjadi hitam
Semakin pekat dari waktu ke waktu
Hanya cahaya rembulan perlahan menuntun langkahku
Setiap jengkal langkah, yang kutemukan hanyalah wajah lelah
Sepanjang jalan yang ku lalui, tak ada semangat seperti pagi

Disisi kehidupan yang lain, kutemukan jawaban yang berbeda
Kulihat semangat pagi yang nampak dari temaramnya lampu kota
Wajah-wajah itu tak nampak kelelahan meski senja sudah tenggelam
Mungkin mereka sudah berdamai dengan pekatnya malam
Demi meng-iyakan indahnya janji kehidupan
Tak terlihat bahkan hanya sekelebat, keresahan
Meski hidup mereka dimulai saat gelap semakin pekat
Disitulah segala sesuatu harus dimulai, tanpa perlu ada yang disesali

Aku semakin ingin bertanya kepada senja
Kenapa indah jingganya hanya hadir beberapa menit saja?
Kenapa malam yang diselimuti gelap berlalu begitu lama?
Bukankah  ia membawa keresahan
Kenapa siang yang terang benderang berlalu sangat panjang?
Bukankah  ia membawa keletihan
Apakah itu berarti, janji kehidupan tak seindah senja?
Sehingga lebih banyak orang mengeluh daripada bersyukur
Sehingga lebih banyak orang merasa kekurangan daripada merasa cukup

Langit jingga hanya hadir dua kali dalam sehari
Ketika senja dan ketika fajar mulai menyingsing
Keduanya hanya berlalu beberapa waktu
Tak lebih panjang dari siang dan tak lebih lama dari malam
Meskipun demikian, kehidupan tetap menjanjikan kebahagiaan
Disepanjang letihnya siang, disepanjang resahnya malam
Terselip diantara kedua waktu itu,
Kebahagian
Kadang luput dari perhatian

Ya...hal kecil yang sering terlewatkan, terlupakan
Begitu sulitnya merasa cukup
Begitu sulitnya merasa baik
Begitu sulitnya mengucap syukur
Sebab malam dirasa terlalu lama
Sebab siang dirasa terlalu panjang

Benarkah janji kehidupan adalah kebahagiaan yang terselip diantara letih dan resah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar